image

Mengenal Bahan Alloy pada Frame

Untuk membuat sebuah frame sepeda, kita dihadapkan pada berbagai macam bahan material yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Salah satunya yang sering disebut "alloy".

Dalam industri sepeda, "alloy" yang disebutkan biasanya merujuk pada aluminium alloy, kecuali jika terdapat campuran bahan lainnya. Alloy merupakan jenis metal yang di dalamnya terkandung elemen lain untuk meningkatkan ketahanan dan sifat kakunya. Meskipun jenis sepeda berbahan aluminium telah ada sejak tahun 1890an, namun proses penyambungan tubing aluminium yang baik serta produksi masalnya baru benar-benar dapat dilakukan pada tahun 1983.

Frame berbahan alloy tidak mudah berkarat. Pabrikan biasanya mencampur aluminium dengan material lain seperti magnesium, titanium, besi, tembaga, kromium, zinc, mangan dan silikon, namun biasanya persentase kandungannya di bawah 10% dari berat framenya. Elemen-elemen tersebut dapat meningkatkan ketahanan, kekuatan serta turut meringankan biaya produksi frame.

Aluminium memiliki 1/3 kekuatan dari material besi jika dibuat sesuai dengan spesifikasi dari frame steel. Untuk mengimbanginya, pabrikan biasanya membuat tubing dengan dinding tubing yang lebih tebal serta diameter yang lebih besar daripada tubing steel.

Penomoran seperti 6061, 6063 dan 7005 biasanya merupakan kode dari bahan lain yang dicampur dengan aluminium untuk membentuk material alloy. Beda 'resep', beda pula kandungan bahannya.

tags :