image

Single Chainring

Pada awalnya, mountain bike memiliki triple chainring dengan porsi 40/30/22T atau 42/32/24T. Namun, karena lebih berat, maka jumlah chainring pun dipilih menjadi dua saja dengan jumlah gigi (teeth) 36/26T atau 38/28T.

Seiring berjalannya waktu dan teknologi yang juga terus berkembang, bobot sepeda dan parts-nya menjadi lebih ringan dan efisien. Gear-ratio menjadi "lebih" diperhatikan tanpa menghilangkan agresivitas dan manuver bersepeda.

Pilihan chainring kemudian menjadi single saja, berkisar di antara 32T, 34T, atau 36T. Umumnya, single chainring ini tepat diaplikasikan di sprocket 11 speed dan 12 speed.

Kelebihan single chainring selain efisien adalah handlebar yang lebih bersih karena shifter hanya untuk gear belakang saja, sehingga memiliki cukup ruang untuk meletakkan bike-comp, remote fork suspension dan seatpost.

Namun, pemilihan jumlah teeth chainring juga perlu diperhatikan. Kita harus mengerti kebiasaan bersepeda kita, track yang sering digunakan dan juga pilihan gear rationya.

tags :